4 Tahapan Posisi dalam Olahraga Lompat Tinggi

Selain dengan memperhatikan aturan-aturan dalam olahraga lompat tinggi, Anda juga perlu untuk mengetahui 4 tahapan dalam melakukan olahraga yang menjadi salah satu cabang olahraga atletik ini. Sebagai pengetahuan saja, olahraga ini bertujuan untuk memperoleh lompatan yang setinggi-tingginya saat melewati mistar dengan ketinggian tertentu. Minimal tinggi mistar yang harus dilompati atlet adalah 2,5 meter dengan panjang 3 meter. Berikut ini adalah 4 tahapan posisi dalam olahraga ini:

Baca juga: Penjelasan Gaya dan Juga Teknik Lompat Tinggi Straddle

  • Posisi awalan.

Ketika Anda akan melompat, hal yang pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan berlari menuju ke arah mistar yang dipakai untuk melakukan lompatan. Awalan disini haruslah tepat dan juga tetap. Langkah, irama serta kecepatan dalam melakukan awalan harus tetap karena saat akan melompat, kita harus mengetahui gaya apa yang akan kita gunakan untuk menentukan sudut awalan. Untuk gaya Scots adalah sekitar 30-45 derajat, gaya gunting 40-50 derajat, gaya guling sisi maupun gaya straddle 40 derajat serta gaya flop sekitar 70-85 derajat lalu mengecil jadi 30-45 derajat.

  • Posisi tolakan.

Posisi tolakan pada lompat tinggi merupakan posisi menggerakkan tumpuan kaki yang terkuat (bisa kanan bisa kiri) pada lantai pijakan untuk menaikkan tubuh kita menuju mistar. Saat bertumpu, kaki harus berada pada titik/area tumpu. Untuk menemukan titik tumpu yang terbaik adalah harus dengan latihan yang banyak. Jika titik tumpu Anda terlalu dekat dengan posisi mistar, maka badan Anda akan terkena mistar saat tubuh Anda melambung ke atas. Namun bila titik tumpu terlalu jauh, maka nanti badan Anda akan terkena mistar saat mulai bergerak turun sehingga dari kedua peristiwa tersebut, lompatan Anda dianggap gagal atau tidak sah.

  • Posisi melayang.

Posisi melayang ini adalah posisi saat badan Anda berada di atas mistar/bar. Posisi ini akan Anda peroleh ketika Anda sudah melakukan tumpuan dan melambungkan badan Anda. Pada saat itu juga, badan Anda akan sejenak melayang ke udara. Saat melakukan gerakan ini, usahakan agar kedudukan titik berat badan Anda sedekat mungkin dari posisi mistar. Titik tinggi saat Anda melambung maksimal haruslah tetap di atas dan berada di bagian tengah mistar. Lakukan gerakan melayang ini dengan tenaga minimal untuk menghindari gerakan-gerakan lain yang tidak penting.

  • Posisi mendarat.

Posisi mendarat merupakan gerakan terakhir dari olahraga lompat tinggi. Dimana pada posisi ini adalah posisi saat jatuhnya badan Anda untuk mendarat di atas matras. Cara melakukan posisi pendaratan ini tergantung dari gaya masing-masing atlet. Ada 2 hal yang perlu Anda perhatikan dalam posisi ini, yang pertama lakukan dengan posisi standar yang telah ditetapkan dan yang kedua adalah posisikan badan Anda sedemikian rupa agar terhindar dari cidera pada bahu, punggung, bahkan kepala.

 

Penjelasan Gaya dan Juga Teknik Lompat Tinggi Straddle

Semua orang sudah tahu suatu olahraga lompat tinggi yang saat ini menjadi salah satu pilihan jenis olahraga yang memang menjadi suatu olahraga yang sering dipertandingkan baik di tingkat nasional maupun internasional dan bisa menjadi salah satu jenis olahraga yang membutuhkan beberapa teknik dalam melakukannya sehingga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan bisa menjadi salah satu pelompat yang bisa menaklukkan mistar yang akan dilewati, sebab bukan hal yang mudah dengan teknik yang ada dan harus dipelajari dengan baik sebagai seorang atlet.

Berikut ada beberapa jenis gaya dan juga teknik yang bisa Anda ketahui dalam cabang olahraga yakni atletik yang satu ini yakni lompat tinggi yang sudah banyak orang ketahui bahkan sejak di tingkat sekolah dasar. Beberapa teknik tersebut diantaranya adalah:

Baca juga: 5 Jenis Olahraga Ringan dengan Manfaat Menakjubkan untuk Tubuh

  • Gaya guling,

Pengambilan jarak awalan yakni dari arah samping antara 4, 6, dan 8 ataupun 10 merupakan gaya yang bisa menjadi pertimbangan berdasarkan ketinggian yang ditargetkan sebelumnya dan bisa menggunakan kaki kanan sebagai tumpuan maupun kaki kanan, tergantung dari kenyamanan Anda menggunakannya. Posisikan pinggang lebih tinggi dengan kepala. Tumpuan pada akhirnya akan bergantung pada kedua telapak tangan dan juga ayunan yang mendarat di bagian pertama, pada akhirnya bisa berakhir di bahu. Secara keseluruhan inilah beberapa langkah yang harus diperhatikan:

  • Teknik awalan, ancang-ancang tidak terlalu jauh lalu berlari kecepatan sedang. Pastikan posisi awalan dari bagian samping dalah 30 hingga 40 derajat berdasarkan lompatan dari arah tiang lalu berlari menyerong dari mistar.
  • Teknik tolakan, tumpuan kaki dari mistar yang tersekat adalah bagian penting dan kemudian melakukan tolakan, pastikan saja posisi badan Anda sedikit merebah atau condong ke bagian belakang tiang lalu tumpuan menolak kea rah atas hingga lutut lurus lalu tangan dan juga kaki diayunkan sepenuh tenaga yang Anda miliki.
  • Di atas mistar, posisi badan yang tengkurap maka selanjutnya saat sudah turun segerakan luruskan ke arah bagian belakang.
  • Mendarat, tergantung dari bagian mana yang Anda gunakan pada saat melompat jika pada saat awal menggunakan posisi pendaratan menggunakan kaki kanan maka tumpuan pastinya menggunakan kaki kiri begitu pun sebaliknya.

Itulah salah satu teknik lompat tinggi yang bisa Anda ketahui dan sebenarnya ada teknik flop yang bisa Anda pelajari yang mana merupakan teknik kebalikan dari gaya guling yang sudah dijabarkan secara rinci dan panjang lebar tersebut. Anda bisa mencoba mencari tahu lebih banyak mengenai teknik flop jika Anda ingin membandingkannya dengan gaya guling atau yang lebih banyak orang kenal pada umumnya adalah straddle. Sebab dalam penggunaan gaya apapun sebenarnya tergantung dari kenyamanan seseorang memilih melakukannya.