Perbedaan Dasar Olahraga Aerobik dengan Anaerobik

Olahraga merupakan hal atau aktivitas yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Entah itu olahraga aerobik ataupun anaerobik, keduanya berfungsi untuk mempertahankan berat badan normal dengan daya tubuh yang baik. Selain itu, bagi yang beresiko memiliki penyakit kronis, atau bahkan sudah memiliki, olahraga dapat bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung, menurunkan resiko diabetes mellitus tipe 2, dan juga beberapa jenis kanker. Manfaat lain yaitu dapat meningkatkan kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kesehatan mental, mampu menjaga suasana hati, mencegah depresi, serta ampuh memperlambat penuaan dini.

Menyinggung soal jenis olahraga, mungkin orang lebih sering mendengar olahraga aerobik daripada anaerobik. Jika tidak pernah mendengar, tentu saja apa itu olahraga anaerobik, bedanya dengan aerobik, serta manfaatnya pun mungkin juga sangat asing di telinga. Oleh sebab itu, artikel kali ini akan membahas beda keduanya.

Perbedaan Dasar Olahraga Aerobik dengan Anaerobik

Olahraga aerobik sering diartikan dengan jenis olahraga yang memiliki makna dilakukan di dalam ruangan. Artinya olahraga ini sering dikira harus dilakukan indoor dengan berbagai macam gerakan ataupun peralatan. Padahal sebenarnya, olahraga ini memiliki pengertian berupa jenis olah fisik yang sangat memerlukan banyak oksigen dan juga melibatkan banyak otot dalam gerakannya. Biasanya, olahraga tipe ini dilakukan dalam durasi lama namun dengan intensitas yang rendah. Jenis olahraga ini antara lain seperti jalan santai, senam, berenang, dansa, dan bersepeda. Masing-masingnya pun memiliki durasi yang berbeda-beda. Namun terdapat standar sendiri untuk anjuran olahraga jenis ini, yaitu disarankan dengan intensitas sedang dan durasi 30 menit setiap hari dalam satu minggu.

Berbeda lagi dengan olahraga aerobik, anaerobik tidak perlu menggunakan oksigen dalam proses pembentukan energinya. Tujuan utama olahraga ini adalah menguatkan bagian otot tertentu saja. Bahan bakar utamanya pun gula dalam otot atau yang biasa disebut glikogen. Umumnya, glikogen akan habis setelah 2 jam digunakan.

Selama olahraga anaerobik dilakukan, tubuh kita akan menghasilkan asam laktat. Asam ini adalah hasil pembakaran glikogen yang diubah menjadi energi. Namun hal ini juga perlu diwaspadai karena asam laktat yang berjumlah tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan kram pada otot dan rasa lelah yang berlebihan. Oleh karena itu, berbeda dari olahraga aerobik yang dilakukan dalam durasi lama, olahraga ini dilakukan dalam durasi singkat. Tujuannya yaitu untuk menghindari malfungsi tubuh yang dapat muncul akibat berolahraga anaerobik secara berlebihan.

Baca juga Tahapan yang Perlu Anda Pahami dalam Melakukan Olahraga Aerobik

Berbeda pula dengan olahraga aerobik yang dilakukan dalam seminggu, olahraga anaerobik setidaknya dapat dilakukan satu atau dua kali saja dalam satu minggu. Jenis olahraganya antara lain lari sprint. Sprint memang tidak digunakan untuk menurunkan berat badan, namun untuk membentuk massa otot. Kalori yang dibakar tubuh juga lebih banyak jika tubuh memiliki massa otot yang lebih banyak. Manfaat lain dari anaerobik yaitu dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis.

Demikianlah perbedaan antara olahraga aerobik dengan anaerobik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>