Latihan dan Teknik Dasar dari Olahraga Panjat Tebing

Panjat tebing atau hill climbing merupakan salah satu olahraga ekstrem yang banyak disukai oleh kalangan pecinta alam. Untuk tujuan tertentu, mereka senang menapaki puncak-puncak tebing yang tinggi di seluruh dunia. Hill climbing bukanlah olahraga seperti sepakbola dan sejenisnya yang dapat dimainkan kapan saja, hill climbing membutuhkan kesiapan secara fisik dan mental, berikut perlengkapan yang tepat karena olahraga ini sangat berbahaya dan beresiko. Bagi yang ingin mencoba hill climbing, sebaiknya lakukan latihan dan teknik dasarnya seperti di bawah ini:

  • Indoor climbing.

Indoor climbing atau wall climbing yang dilakukan di dalam ruangan ini lebih minim bahaya dan bermanfaat untuk melatih kemampuan Anda sebelum benar-benar terjun ke dunia hill climbing yang nyata. Bisa dibilang, indoor climbing ini merupakan batu loncatan untuk benar-benar melakukan pendakian tebing yang sebenarnya. Jika Anda sudah mulai merasa mahir dengan indoor climbing, barulah Anda bisa mencoba wall climbing di area outdoor sebagai tantangan berikutnya.

  • Temukan gaya Anda.

Bagi para pemuka, harus melalui proses ‘pencarian jati diri’ terlebih dahulu. Jati diri artinya adalah gaya dalam mendaki manakah yang paling cocok dengan Anda. Sebab ada beberapa tipe atau gaya dalam melakukan panjat tebing. Cari tahu manakah yang paling cocok untuk Anda. Bagi para pemula alias amatir, Anda bisa menjajal tipe top roping dengan ditemani oleh seorang instruktur agar pendaki dapat meraih seluruh permukaan tebing/dinding. Namun jika Anda takut dengan ketinggian, Anda bisa mencoba tipe bouldering (memanjat tebing/dinding tanpa tali) pada tebing yang lebih pendek.

  • Perlengkapan lengkap dan pelajari soal tali temali.

Sepatu panjat yang sesuai merupakan kunci dari olahraga hill climbing, direkomendasikan untuk memakai sepatu panjat yang lembut agar Anda tetap dapat merasa nyaman dan kaki juga tidak mudah lelah ketika sedang memanjat permukaan tebing, gunakan pula kaus kaki yang tipis dan beberapa perlengkapan keamanan lain seperti helm, rompi dan tali pengaman serta pengaitnya harus dicek dalam kondisi yang baik dan prima. Jangan lupakan juga mempelajari tali temali pengaman dalam hill climbing juga wajib dan bahkan perlu kelas khusus.

  • Tentukan batas Anda.

Setelah segala sesuatunya selesai dipersiapkan, baik kesiapan fisik dan mental, perlengkapan, latihan dan gaya memanjat, langkah selanjutnya adalah dengan menentukan sampai mana batas Anda. Yang perlu diingat bagi para pemula yang masih amatir, jangan pernah memaksakan diri Anda. Meski sebenarnya slogan olahraga yang populer adalah ‘break the limit’ namun untuk olahraga ekstrem panjat tebing atau hill climbing ini tidak bisa langsung serta merta bisa. Tentukan dulu batas Anda baru setelahnya lakukan dan perbaiki kembali di kesempatan lain, begitu terus hingga Anda benar-benar merasa siap menembus batas Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>