Fahombo Sebagai Olahraga Tradisional dari Nias

Olahraga merupakan suatu kegiatan yang biasanya membuat tubuh bergerak lebih banyak. Dimana ada banyak sekali jenis olahraga saat ini yang bisa dipilih dari mengandalkan alat yang sederhana dan juga dapat untuk membuat media untuk melakukannya. Media atau alat pembantu merupakan hal wajar ketika digunakan untuk berolahraga. Seperti misalnya ring dan sarung tinju apabila akan berlatih tinju, skipping menggunakan alat khusus, kolam renang apabila berenang, bola apabila ingin bermain sepak bola, basket, atau voli, dan juga berbagai jenis media lainnya untuk berolahraga. Media untuk berolahraga ini juga dibutuhkan untuk salah satu jenis olahraga tradisional seperti fahombo.

Fahombo adalah sebutan untuk tradisi lompat batu yang berasal dari Nias. Olahraga ini sudah menjadi tradisi di Nias dan dapat digunakan juga sebagai salah satu olahraga yang membutuhkan alat yang sederhana. Dimana alat yang dibutuhkan untuk olahraga ini hanya batu dengan tinggi yang telah ditetapkan dan kemudian caranya hanya dapat untuk melompatinya. Selain digunakan untuk olahraga yang membuat tubuh bergerak dan berkeringat, fahombo atau lompat batu ini merupakan tradisi ritual yang turun temurun dilakukan di Kepulauan Nias. Dimana lompat batu tersebut merupakan sebuah ritual pendewasaan yang bisa menggunakan batu dengan tinggi sekitar 2 meter dan mempunyai ketebalan 40 cm.

Untuk latar belakang dari olahraga tradisional lompat batu dari Nias ini merupakan salah satu dari banyak olahraga yang ada di Indonesia. Suku asli di Nusantara pada umumnya menggunakan cara olahraga fisik sebagai salah satu ritual yang dilakukan. Hal tersebut juga akan mempengaruhi hal budaya lainnya seperti seni dan ritual adat yang dilakukan di Indonesia. Untuk tradisi fahombo ini sendiri dilakukan dalam ritual pendewasaan yang apabila dalam olahraga nasional akan mirip dengan jenis lompat gawang dan juga lompat jauh di cabang olahraga atletik.

Adapun tatacara dari olahraga fahombo ini adalah sebagai berikut ini:

  • Bisa untuk melompat batu dengan ketinggian 2 meter yang hal tersebut apabila bisa dilalui akan diakui sebagai lelaki dewasa.
  • Dengan bisa melompati batu setinggi dua meter tersebut maka pemuda bisa untuk menikah dan menjadi prajurit untuk berperang.
  • Untuk dapat melompati batu setinggi 2 meter, anak-anak akan dilatih dari usia 10 tahun.
  • Latihan akan dilakukan untuk menghindari cedera saat melakukan ritual.

Sekarang ini olahraga tradisional Fahombo ini juga merupakan salah satu obyek wisata kebudayaan yang bisa dilihat oleh para wisatawan. Sehingga tidak hanya melestarikan kebudayaan tetapi juga dapat untuk menarik orang lain untuk mengerti pentingnya untuk menjaga kebudayaannya dan tidak hilang ditelan jaman. Selain kebudayaan, tentu saja fahombo ini mempunyai unsur olahraga yang akan membuat badan lebih sehat dan bugar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>