Atur Olahraga saat Puasa, Bantu Kebugaran dan Semangat Tetap Terjaga

Tahukah kamu bahwa olahraga rutin tidak hanya meningkatkan kondisi fisik namun juga meningkatkan daya kerja otak serta stabilitas hormon yang dapat merangsang perasaan bahagiamu? Oleh sebab itu, olahraga saat puasa merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dan produktivitas kerja lainnya. Tapi banyak juga yang merasa bahwa olahraga saat puasa berdampak pada kelelahan dan rasa lemas yang akhirnya malah mengganggu kualitas ibadah di bulan Ramadhan.

Oleh sebab itu, mengatur waktu dan jenis olah raga saat berpuasa merupakan strategi terbaik yang harus kita pahami agar kualitas Ramadhan kita semakin meningkat. Karena berpuasa itu tidak hanya menahan diri untuk tidak makan dan minum, tapi juga tetang peningkatan mutu jasmani maupun rohani kita selama 30 hari.

Pertama, kita harus tentukan dulu waktu yang tepat untuk berolahraga di kala puasa. Ada tiga waktu pilihan yang dapat kamu sesuaikan dengan aktivitas kantormu, agar produktivitas tak terganggu:

  1. Menjelang berbuka

Waktu yang paling baik untuk berolahraga saat kamu berpuasa adalah waktu-waktu menjelang berbuka. Di waktu ini, kamu dapat menjalankan olahraga dengan intensitas sedang seperti jogging, sepeda, angkat beban, atau bahkan futsal. Perlu dicatat bahwa olahraga ketika perut kosong sangat efektif membakar lemak dalam tubuh.

Oleh sebab itu, mencoba olahraga saat menjelang olahraga adalah win-win solution. Selain dapat membantu menurunkan berat badan dan membentuk badan lebih ideal, proses ini tentunya dapat membantu meningkatkan rasa lapar, yang berdampak pada tingginya serapan nutrisi dari makanan berbuka. Kamu juga tidak perlu takut akan dehidrasi, karena kamu bisa minum dengan cukup setelah azan magrib berkumandang.

 

  1. Setelah berbuka, selepas magrib

Setelah berbuka, antara magrib dan isya ternyata juga dapat dipakai untuk olahraga ringan. Stretching cukup aman dilakukan saat ini, dengan catatan kamu telah memastikan bahwa seluruh makan telah tercerna. Biasanya seseorang butuh waktu 15-20 menit setelah makan sampai pencernaan dari lambung ke usus berakhir. Durasi olahraga di waktu ini juga tidak terlalu lama, cukup 5-10 menit saja.

 

  1. Setelah sahur, selepas subuh

Sehabis sahur juga dapat kamu gunakan untuk berolahraga tanpa takut merasa lapar loh! Asal kamu juga harus bisa memilih porsi olahraga yang ringan dan durasi yang cukup. Tidak perlu sampai lelah, asalkan konsisten, kegiatan ringan ini bisa sangat bermanfaat baik untuk tubuh dan kejernihan pikiranmu.

 

Setelah mengetahui waktu-waktu terbaik berolahraga saat bulan Ramadhan, kini saatnya kita atur jenis olahraga yang bisa kamu laksanakan.

  1. Jogging dan Bersepeda

Lari kecil di taman dekat rumah, keliling kompleks sambil mencari takjil, atau lari pagi setelah sahur adalah pilihan olahraga yang sangat tepat. Bisa dengan kaki atau bersepeda, olahraga ini selain efektif membakar lemak tentunya juga bermanfaat sebagai refresher otak. Murah dan efektif, jogging dan bersepeda sebaiknya tetap kamu jaga meski telah memasuki bulan Ramadhan.

 

  1. Yoga

Yoga di sore hari sebelum berbuka adalah pilihan yang dapat kita aplikasikan. Bisa di depan rumah atau di dalam rumah, bisa sendiri atau Bersama keluarga. Selain meningkatkan sirkulasi darah, 20-30 menit beryoga juga dapat meningkatkan konsentrasi dalam jangka panjang.

 

  1. Ball Crunch

Olahraga ini dapat kamu lakukan jika punya medianya, atau berencana untuk membeli bola gym. Stretching ala ball crunch setelah berbuka, cukup efektif juga untuk menjaga kebugaran tubuh.

 

  1. Angkat Beban

Angkat beban ringan sekitar 5-10 menit pada tiga waktu yang disebutkan di atas tidak akan membuatmu kelaparan seketika. Bisa mulai dari 1 hingga 3 kg, berangsur-angsur, sampai tidak berasa azan magrib mulai dikumandangkan.

 

Itulah waktu dan ragam olahraga yang bisa kamu lakukan selama bulan Ramadhan. Meskipun jenis olahraganya adalah olahraga berintensitas ringan, jika kamu bisa menjaga konsistensi selama 30 hari, jangan kaget kalau nanti badanmu jadi lebih ramping dan bugar walau tanpa gym saat puasa.

 

 

8 Makanan untuk Darah Rendah saat Berpuasa

Darah rendah atau hipotensi adalah salah satu penyakit yang paling sering dijumpai oleh masyarakat Indonesia. Hipotensi memiliki gejala yang umum dijumpai seperti pusing, mudah lelah dan lesu, dan dapat berujung pingsan. Saat bulan Ramadhan seperti saat ini, beberapa menu makanan untuk darah rendah cukup berguna bagi penderita hipotensi.

Simak 8 makanan yang cukup bagus untuk seseorang bertekanan darah rendah berikut:

  1. Daging merah

Daging merah dari kambing dan sapi yang segar sangat kaya akan vitamin B12. Sedangkan kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, yang juga berdampak pada penurunan tekanan darah. Oleh sebab itu beberapa olahan daging seperti sate, daging panggang ala barbeque, juga tumis daging lada hitam adalah menu yang sangat tepat untuk sahur bagi para penderita hipotensi.

 

  1. Hati ayam

Kaya akan asam folat, hati ayam tidak hanya bermanfaat bagi bayi dan ibu hamil. Olahan hati ayam juga dapat meningkatkan tekanan darah seseorang, sehingga cukup baik dihidangkan saat buka atau sahur. Beberapa menu seperti hati ayam goreng lalap, sambal goreng ati, semur hati ayam selain nikmat ternyata cukup bermanfaat. Namun karena kandungan kolesterol yang juga tinggi, konsumsinya juga perlu dikontrol dengan baik.

 

  1. Kacang-kacangan

Selain cocok disajikan sebagai camilan saat nonton bola, berkumpul bersama teman, atau sekedar snack rumahan, kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan sebagai camilan sehat penderita hipotensi. Tingginya protein dan mineral dengan vitamin B12, kacang-kacangan seperti kacang tanah atau mede biasa dicerna secara perlahan dalam perut sehingga turut membantu meningkatkan tekanan darah.

 

  1. Telur

Bahan makanan yang satu ini memiliki fungsi yang beragam dalam pengolahan makanan. Dari bahan pembuat kue, hingga tambahan sup. Sebagai jajanan seperti telur gulung atau sebagai lauk utama Bersama sambal dan nasi hangat. Telur yang kaya protein ternyata juga dapat meningkatkan tekanan darah rendah. Pemilihan beragam menu berbahan dasar telur adalah strategi terbaik bagi penderita hipotensi yang sering kesiangan saat bangun sahur. Mulai dari telur dadar, telur mata sapi, omlet, atau pizza mie, penyajiannya membutuhkan waktu yang tak lebih dari 10 menit. Sangat cepat bukan?

 

  1. Kismis

Buah kering ini dapat meningkatkan fungsi kelenjar adrenal. Hormon jenis ini adalah hormon utama yang mengatur keseimbangan tekanan darah, sehingga sangat penting untuk memaksimal kinerjanya guna mencegah turunnya tekanan darah.

 

  1. Zaitun

Buah zaitun yang juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga tekanan darah seseorang agar tidak terus turun. Buah zaitun memiliki rasa alami gurih dan asin, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu tambahan olahan buka dan sahur seorang dengan darah rendah. Kandungannya yang kaya akan vitamin E, zat besi, dan seng aktif, teruji secara klinis guna meningkatkan jumlah sel darah merah.

 

  1. Pisang

Meskipun mudah ditemui dan harganya murah, pisang adalah buah yang kaya gizi dan mineral. Pisang dapat membantu menstabilkan tekanan darah dalam tubuh manusia berkat kandungan vitamin B12 dan zat besinya. Konsumsi pisang secara rutin tidak hanya bagus untuk pencernaan, namun juga bermanfaat untuk stabilizer bagi penderita hipotensi maupun hipertensi

 

  1. Bayam

Bukan rahasia umum bahwa bayam adalah jenis sayuran yang sangat banyak mengandung zat besi dan asam folat. Selain dua komponen tersebut, bayam juga mengandung protein, kalsium, kalium, magnesium, dan berbagai vitamin yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah dan mengatasi tekanan darah rendah secara optimal.

 

Itulah makanan untuk tekanan darah rendah yang bisa dikonsumsi saat Ramadhan agar ibadahmu lebih optimal.